Category: Adventure


Bicycle #1

Why the subject is “Bycicle #1″? Because this is my new hobby and this is a first post on this blog about bicycle. Seduced by seduction from my friends, makes me obsessed to know about it. Looking for more information on kaskus, sepedaku, and others; Damn, this is a more expensive hobby than mountaineer. But it’s look more safe and healthy if carried out intensively.

Currently there are many type of Bicycle, likes ; Mountain Bike(MTB), RoadRace, Hybrid, Fixie, Folding Bike, etc. MTB is my type (hehe  it’s make me always remember about mount). Then, I looking for MTB from online store. I get some type appropriate with my low budget :D . That are Polygon Premier 3.0, Wimcycle Hotrod 3.0, and United Venus. But i think, buy a second bicycle is more profitable. Therefor, I went to Bogor for met Deddy, yes He sale his bicycle.

Deddy's bike

Deddy's bike

Short stories, i buy his bike. Detail is ;

  • Frame : Polygon Premier 14″ Alumunium
  • Front & Rear Hub  : Hone
  • RD : Hone
  • FD : Alivio
  • Rim : Alexrim double wall
  • Front & Rear Brake : DiscBrake Shimano
  • Fork : Lunch

My first “gowes” is a from bogor (Deddy’s place)to depok, with my friends Supri and Yosi via “jalur cikaret”. That’s a good trek i think.

Supri and Yosi

And now the question is “Mau gowes kemana kita?? :D

Mengapa Cikuray??

Gunung Cikuray adalah sebuah gunung yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Gunung Cikurai mempunyai ketinggian 2.821 meter di atas permukaan laut (beberapa sumber mengatakan Cikuray memiliki ketinggian 2818mdpl) dan merupakan gunung tertinggi keempat di Jawa Barat setelah Gunung Gede. Pertama kali ngeliat gunung ini saya langsung terpikat, waktu itu sekitar dua tahun yang lalu kebetulan lagi ke Garut karena tugas dari kantor. Bentuk kerucutnya sempurna. Kabar tentang Track “dengkul ketemu muka”, vegetasi yang rapat, dan hilangnya Reni Komalasari yang sampai artikel ini diterbitkan belum ditemukan semakin membuat keinginan mendaki Cikuray bertambah. View full article »

27 Desember 2009

Pos 2 Wekas view bagus

Bangun tidur seperti biasa masak untuk sarapan, beda jika dirumah bangun tidur biasanya udah ada sarapan menunggu,heheh. Selesai sarapan semua peralatan makan dan masak kami cuci, sambil cuci muka dan gosok gigi (kebiasaan yang seharusnya tidak dilakukan diatas gunung, tapi sulit dihilangkan,heheh). Lucunya pas lagi nyuci, riyan dan naufal di dekatin monyet besar yang kelaparan. Monyetnya rusuh jadi bikin takut. Akhirnya yang satu nyuci, yang satu jagain pake kayu gede di tangan siap-siap klo tuh monyet ngedeketin lagi.

View full article »

Pendakian Merbabu#3 – SUMMIT

26 Desember 2009

Terbangun sekitar pukul 06.30 pagi, terlambat untuk sunset. Langsung beres2 sleeping bag karena kalau tidak tenda terlihat berantakan, maklum sleeping bag saya tebel banget. Keluar tenda memakai sweater merah (beli di senen 20ribu) dan celana pendek tidak lupa slayer terikat di kepala, udara cukup dingin, tapi tak lama badan mulai terbiasa, lagipula udara saat itu cerah. Masak, sarapan, dan saatnya menikmati pemandangan.

View full article »

Pendakian Merbabu#2

25 Desember 2009

Pagi harinya seperti biasa kami malas bangun terlalu pagi. Riyan yang pertama bangun langsung memasak air dan membuatkan teh panas. Sarapan dengan nasi dan nugget cukup banyak untuk mengisi tenaga karena target kami hari ini puncak. Disini sumber air terakhir sampai ke puncak, karena itu saya buang tabungan disini (ngerti kan,,hekekekeh), menjelang siang kami baru melanjutkan perjalanan, Arek-arek Suroboyo sudah lebih dahulu berangkat.

View full article »

Pendakian Merbabu#1

24 Desember 2009

Pagi hari, pukul 08.00 pagi kami ber-6 sampai di stasiun Poncol semarang. Dari depan stasiun Poncol naik bus ¾ jurusan salatiga, bayar 40rb utk 6 orang. Bus ini masuk dulu terminal Terboyo, ngetem sebentar langsung melaju ke Salatiga. Perjalanan ke Salatiga sekitar 1,5jam, turun di pertigaan pasar sapi. Dari Pasar sapi ini kami nyambung lagi naik mobil elf jurusan Ngablak, ongkos 5rb/orang. Stengah jam naik elf disuguhi pemandangan bukit dan perkebunan, kabut cukup tebal dengan jalanan berkelok-kelok seperti di Puncak Bogor.

View full article »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.