23 – 24 Desember 2009

Dikarenakan sebagian team masih ada kerjaan dan urusan lain, team yang berangkat hanya berlima yaitu ; Faesal, Robby, Riyan, Noufal, dan Egi (saya sendiri). Kebetulan ada seorang teman [Joko] yang juga ingin pulang kampung ke Salatiga, jadi kami agak terbantu untuk info transportasi sampai kopeng.

23 Desember 2009

Robby, Riyan, dan Joko lebih dulu berangkat ke stasiun senen untuk beli tiket kereta ekonomi jurusan semarang poncol. Jadwal keberangkatan kereta “Tawang Jaya” adalah pukul 21.30 WIB, namun antrian calon penumpang di loket tiket sudah penuh semenjak loket belum dibuka, loket penjualan tiket baru dibuka pukul 17.00 WIB. Tiket berhasil dibeli dengan harga Rp.33.000. Untuk kereta ekonomi, tiket terus dijual meskipun jumlah penumpang sudah melebihi kapasitas bangku keretanya.

Sekitar jam 7 malam saya dan faesal sampe di satsiun senen, tidak lama noufal menyusul sekitar jam 8 malam. Team ngobrol santai sambil menunggu kereta datang. Begitu kereta datang semua penumpang bersiap untuk masuk ke dalam kereta, tapi sialnya kereta yang datang sudah penuh dengan penumpang, rupanya penumpang sudah naik dari stasiun Kota, padahal menurut info dari PT. KAI, kereta ini keberangkatan dari stasiun senen.

Di dalam kereta Tawang Jaya

Penuh perjuangan untuk bisa masuk ke gerbong kereta, karena semua penumpang berebutan untuk bisa masuk dan dapat bangku yang masih tersisa, ditambah lagi dengan carrier yang kami bawa membumbung semakin menyulitkan untuk dapat bangku kosong di dalam kereta. Setelah semua team berhasil masuk, Cuma Joko saja yang berhasil mendapatkan bangku kosong. Yang lainnya, hanya bisa merebahkan carrier saja. Jumlah penumpang pada saat itu sekitar 200%. Yaa, tapi lama2 bisa juga duduk di lantai karena gak mungkin terus berdiri dari Jakarta sampai semarang, walaupun selalu terganggu jika ada penumpang/pedagang yang lewat. Perjalanan terasa begitu lama.

24 Desember 2009

Stasiun Poncol Semarang

Sekitar jam 08.00 pagi kami sampai di stasiun poncol semarang. Istirahat sebentar, langsung menuju ke kopeng naik angkutan umum. Sempet ditawarin carter mobil langsung dari stasiun poncol ke kopeng, tapi karena harganya tidak cocok kami putuskan untuk ngeteng.

Merbabu, perlihatkan kecantikanmu padaku, manjakan mataku yang sudah sayu melihat kepenatan di dalam kereta.